
Tema pembicaraan Minggu ini adalah mengikut Tuhan dengan setia. Dalam tema tersebut terkandung tuntutan supaya jemaat setia kepada Tuhan: tetap dan teguh hati mengikuti Tuhan Yesus Kristus meskipun menghadapi tantangan yang besar dan tawaran yang menggiurkan. Dalam tema tersebut juga terkandung gambaran ketidaksetiaan yang bisa terjadi di tengah jemaat yang dikarenakan tantangan dan cobaan.
Ayub adalah contoh hamba Allah yang menghadapi tantangan dan cobaan. Ia rajin berdoa. Ia rajin berderma. Ia adalah ayah yang baik untuk anak-anaknya. Ia adalah suami yang baik bagi istrinya. Dia adalah juragan yang baik. Dan ia juga adalah pemimpin masyarakat yang cakap. Namun demikian, ia menghadapi ujian yang sangat berat. Ujian itu berasal dari Iblis (Ayub 1:1-4, 2:1-10). Anak-anaknya mati. Usahanya bangkrut. Ia mengalami sakit yang parah. Ia juga ditinggalkan orang-orang terdekatnya. Godaan dan tantangan sebagaimana dihadapi Ayub bisa saja dihadapi oleh siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Bagaimana umat Allah menghadapi tantangan dan cobaan tersebut?
Kitab Markus 10:2-16 memperlihatkan adanya ketidak-setiaan manusia. Suami tidak setia kepada istrinya. Istri tidak setia kepada suaminya. Ketidak mampuan menolak kehadiran dan godaan pihak ketiga dalam relasi suami istri menjadi salah satu penyebab ketidaksetiaan. Keadaan tersebut benar-benar bertentangan dengan kehendak Allah. Keadaan tersebut juga menunjukkan ketegartengkukan manusia di mana manusia tidak mau menuruti kehendak Allah. Allah menghendaki apa yang disatukan oleh-Nya tidak diceraikan oleh manusia.
Kitab Ibrani 1:1-4, 2:5-12 menunjukkan tentang kesetian Allah kepada manusia. Sejak dahulu kala Allah berbicara kepada umat-Nya. Para Nabi adalah wakil yang ditunjuk Allah untuk menyampaikan pesan-Nya. Bahkan Allah mengutus anak-Nya untuk menyampaikan isi hati-Nya kepada manusia.
Isi hati Allah itu adalah bahwa Ia mengasihi umat-Nya. Dan Kasih-Nya itu tetap dan teguh. Sikap Allah yang setia kepada umatnya bertentangan dengan sikap manusia yang tidak setia sesamanya.
Dengan demikian, tuntutan supaya jemaat mengikut Tuhan dengan setia sebagaimana telah dinyatakan di depan, sebenarnya, memiliki dasar yang kuat. Dasarnya adalah kesetiaan Tuhan kepada jemaat yang telah, sedang dan akan dinyatakan. Tuhan setia, bagaimana mungkin kita tidak setia mengikuti Tuhan? Ingat juga bahwa pada saat tantangan dan cobaan menghadang kita, di situ Tuhan ada dan tetap mendukung kita dalam menghadapi tantangan dan cobaan. Apakah saudara mau mengikut Tuhan dengan setia?
Bacaan I : Ayub 1: 1, 2:1–10;
Tanggapan: Mazmur 26
Bacaan II : Ibrani 1:1 – 4, 2:5-12 ;
Bacaan III: Injil Markus 10 : 2 – 16
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 7 Oktober 2012
Add comment