
Mangsa Adven iku mengku werdi
Pacawisan methukken rawuhNya
Nggih Yesus Kristus Gustine
Pamarta kang satuhu
Ingkang rawuh nresnani jalmi
Kinen sami pracaya
Gesangnya rahayu
Tansah setya myang sembada
Ngantu-antu klayan manah kang taberi
Jumaga lan ndedonga
(Tembang macapat Dhandhanggula)
Adven dihayati sebagai masa menantikan kedatangan Tuhan. Kita merenungkan kembali masa penantian itu hingga kegenapannya melalui kehadiran Yesus Kristus. Selain itu kita juga menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Jadi yang menjadi dasar atau pokok utama dalam masa adven ini adalah menanti. Kita semua diajak untuk menghayati sekaligus mewujudkan sikap hati orang yang menanti. Menanti bukan dengan berdiam diri tanpa aktifitas dan tidak berpengharapan.
Menanti bukan dengan sikap pasif, tak peduli dengan realitas sosial. Menanti bukan untuk memuaskan kepentingan pribadi namun bagi kemuliaan Nama Tuhan. Menanti dengan berjaga dan berdoa. Berjaga dan berdoa bukan berarti diam tanpa aktifitas, menarik diri dan menjauh dari hidup bersama sesama dan lingkungan.
Kedatangan Tuhan itu pasti, sebagaimana diajarkan Tuhan Yesus dalam perumpamaan pohon ara yang bertunas (Lukas 21:29 – 31). Seperti pergantian musim yang berjalan sebagai proses alam, proses yang pasti terjadi dalam kehidupan ini. Kedatangan Tuhan juga pasti terjadi, meskipun kapan waktunya tidak ada manusia yang tahu.
Kedatangan Tuhan adalah demi penyelamatan (Lukas 21: 28). Bagi orang yang tidak percaya kedatanganNya membuat takut dan cemas (Lukas 21: 25 – 26), layaknya manusia yang berbuat salah dan batinnya merasa susah, seperti yang dialami pemazmur (Mazmur 25:3). Tetapi orang yang menantikan Tuhan, yaitu orang percaya, justru mereka akan bangkit dan mengangkat mukanya (Lukas 21: 28). Kedatangan Tuhan menghadirkank kesukaan dan rasa percaya diri pada Tuhan. Orang yang menantikan Tuhan dengan setia tidak akan mendapat malu.
Kedatangan Tuhan itu pasti, namun Alkitab tidak mengajarkan umat untuk mencari-cari kapan waktunya. Umat dipanggil untuk berjaga-jaga dengan setia. Menyambut kedatangan Tuhan bukan dengan mementingkan diri pribadi melalui berbagai tindakan yang berciri kepentingan duniawi namun rohani. Pesta pora dan kemabukan (Lukas 21:34) adalah bentuk tindakan pemuas kepentingan sendiri dan membuahkan ketidakadilan.
Berjaga-jaga dan berdoa (Lukas 21:36) menunjukkan tindakan yang lebih bersifat batiniah dan spiritualitas. Berjaga-jaga dan berdoa dalam menyambut kedatangan Tuhan dinyatakan dalam tindakan keteduhan yaitu menenangkan pikiran dan hati. Hal ini penting, untuk menguji jalan hidup kita, agar selaras dengan kebenaran Tuhan sehingga kita dapat mengakui kesalahan dan berbenah diri.
Selamat memasuki Masa Adven, dalam pemeliharaan Tuhan Yang Maha Kasih. Amin.
Bacaan I : Yeremia 33:14 – 16
Mazmur : Mazmur 25: 1 – 10
Bacaan II : 1 Tes. 3:9 – 13
Bacaan III : Lukas 21:25-36
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 29 November 2015
Add comment