
Jemaat yang terkasih,
Hari minggu ini kita memasuki rangkaian Minggu Pra Paskah I, yang mengawali penghayatan kita akan karya agung Allah untuk mengubah sejarah hidup manusia. Yaitu manusia menerima keselamatan di dalam Kristus Yesus melalui peristiwa salib. Dalam penghayatan tersebut kita mengawalinya kemarin dengan prosesi penorehan abu pada Ibadah Rabu Abu. Dimana untuk menghayati karya Kristus kita mengawalinya dengan pertobatan, melalui simbolisasi penorehan abu.
Menarik ketika melihat status salah seorang teman yang demikian: “Abu yang tertoreh di dahi pasti akan hilang oleh keringat atau apapun tetapi tidak dengan pertobatan”. Benar memang sudah 4 hari berlalu dan kita melakukan banyak aktivitas yang membuat abu di dahi kita hilang atau tidak menempel lagi. Namun hilangnya abu di dahi kita bukan berarti hilang juga pertobatan yang sudah kita nyatakan dihadapan Tuhan melalui peribadahan Rabu Abu. Jika kita menghayati pertobatan kita maka kita pun menghayati bahwa abu tersebut menempel terus di dahi sepanjang hidup, meskipun secara kasat mata sudah tidak nampak.
Bacaan kita ketika memasuki Minggu Pra Paskah I (Matius 4: 1-11) mengajak untuk menjaga “abu terus menempel di dahi kita” atau menjaga sikap hidup yang menunjukkan pertobatan. Jika kita membaca perikop ini “Pencobaan di Padang Gurun” kita melihat gambaran hubungan iblis dengan manusia. Dimana iblis selalu hadir untuk mencobai Tuhan Yesus, demikian pula iblis selalu hadir untuk mencobai manusia supaya jatuh dalam dosa.
Pertama, dia mencobai Tuhan Yesus untuk mengubah batu menjadi roti. Pencobaan ini hendak mengarahkan Tuhan Yesus supaya lebih mementingkan diriNya daripada kepentingan Allah. Kehendak diriNya daripada kehendak Allah. Lebih mementingkan roti daripada puasa.
Kedua, dia mencobai Tuhan Yesus untuk menjatuhkan diri ke bawah dari bubungan Bait Allah. Pencobaan ini hendak mengarahkan Tuhan Yesus untuk menjadi pribadi “sok berkuasa” atau bermegah diri. Yang disebabkan relasiNya yang intim dengan Bapa.
Ketiga, dia mencobai Tuhan Yesus dengan memperlihatkan kerajaan dunia dan kemegahannya. Pencobaan ini hendak mengarahkan Tuhan Yesus supaya meninggalkan jalan hidupNya dan menjadi budak kemegahan duniawi.
Nampaknya pencobaan iblis yang dilakukan kepada Tuhan Yesus terus dilakukannya sampai sekarang kepada umat Allah. Dia mencobai umat Allah supaya menjadi pribadi yang egois, lebih mementingkan kehendaknya dari pada kehendak Allah. Dia mencobai umat Allah supaya menjadi pribadi yang bermegah diri karena jabatan dan kekayaan sehingga merendahkan orang-orang disekitarnya dan mengabaikan jalan hidupnya sebagai umat Allah. Dia mencobai umat Allah supaya menjadi pribadi yang hedonis dan materialistis sehingga meninggalkan identitas dirinya sebagai umat Allah.
Meskipun benar ada pencobaan yang di alami oleh umat Allah, namun melalui bacaan ini Tuhan Yesus mengajarkan untuk tetap setia menjaga komitmen akan jalan hidup yang dipilih. Sehingga umat tidak jatuh pada dosa atau pencobaan yang terus digencarkan oleh iblis. Sehingga umat dapat merasakan dan menerima karya penebusan yang dihayati pada Minggu Pra Paskah I ini. Jika demikian, “Masihkah Abu itu Menempel di Dahimu???”. Tuhan memberkati. Amin.
Bacaan: Matius 4: 1 – 11
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 9 Maret 2014
Add comment