Ada ajaran yang menyatakan bahwa kemiskinan, sakit-penyakit dan kelemahan seseorang atau sekelompok orang disebabkan oleh kutukan Allah. Seseorang atau sekelompok orang dikutuk karena berdosa. Ada juga ayat-ayat dalam Alkitab yang berbicara seperti itu. Misalnya, kitab Yeremia 25. Akan tetapi, Alkitab tidak hanya berbicara seperti itu mengenai sakit penyakit, kemiskinan dan kelemahan. Ayat-ayat dalam Alkitab juga menyebutkan bahwa sakit-penyakit, kemiskinan dan kelemahan diadakan oleh kuasa jahat. Contohnya adalah kisah bapa Ayub yang sempat menjadi miskin, sakit dan sangat lemah (Lihat kitab Ayub).
Penyebab lain kemiskinan, sakit-penyakit dan kelemahan adalah nafsu manusia, baik secara perorangan maupun berkelompok. Mmm...ini semua masalah penyebab. Lalu, bagaimana tentang sikap terhadap kemiskinan, sakit-penyakit, kelemahan, penindasan dan ketidakadilan. Bagaimana sikap Allah terhadap orang-orang yang menderita sakit, miskin, penindasan, kelemahan dan ketidakadilan? Apakah Tuhan Yesus Kristus memperhatikan nasib rakyat Indonesia yang miskin, sakit, tertindas dan tidak berdaya?
Injil Lukas melaporkan tentang Tuhan Yesus yang menyatakan perhatiannya yang sangat besar kepada orang-orang yang sakit, miskin, lemah dan tertindas (Lukas 4:14-21). Pernyataan-Nya disampaikan pada khotbah sulung di rumah doa yang di Nasaret. Ia mengatakan: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang (ayat 18-19)". Ayat-ayat ini bisa diartikan sebagai bentuk perhatian Tuhan Yesus dalam persoalan rohani.
Yang miskin adalah miskin rohani. Demikian juga dengan yang buta, lemah dan tertindas. Akan tetapi, pemahaman ayat-ayat ini harus dilanjutkan. Arah pemahaman selanjutnya adalah bahwa ayat-ayat ini menunjukkan perhatian Tuhan Yesus terhadap persoalan jasmani yang melilit dan menghimpit umat manusia, yakni kemiskinan, penindasan, sakit-penyakit, dan ketidakadilan. Jadi perhatian Tuhan Yesus meliputi permasalahan rohani dan jasmani. Dapat juga dikatakan bahwa dalam khotbah, Tuhan Yesus menyampaikan agenda pelayanan-Nya yang meliputi bidang jasmani dan rohani yang saling terkait satu dengan yang lain.
Kapan agenda pelayanan Tuhan Yesus ini dikerjakan? Ayat ke-21 menjelaskan bahwa agenda pelayanan ini dilaksanakan “saat ini”. Keterangan waktu “saat ini” berlaku untuk Tuhan Yesus, Lukas dan jemaatnya dan gereja di sepanjang abad. Ini berarti bahwa “saat ini” berlaku juga bagi jemaat Allah yang beribadah dan bersekutu di GKJ Manahan. Saat ini Tuhan Yesus sangat memperhatikan dan memberikan rahmat kepada jemaat yang lemah, sakit, miskin dan tertindas.
Perhatian Tuhan, sekali lagi, dalam bentuk jasmani dan rohani. Keduanya diperhatikan secara serentak dan tidak dipisah-pisahkan. Selain itu Tuhan memerintahkan supaya gereja terlibat secara sungguh-sungguh dalam agenda pelayanan-Nya. Mulai saat ini, secara perorangan maupun bersama-sama jemaat Tuhan di GKJ Manahan wajib memperhatikan dan menyatakan rahmat Allah yang membebaskan bagi orang lemah, miskin, sakit dan tertindas: baik secara jasmani maupun rohani. Agenda pelayanan yang besar dan mulia ini tidak mungkin gereja lakukan sendirian. Gereja membutuhkan kerjasama dengan pihak-pihak yang lain, kerjasama yang tulus, jujur dan murni. Roh Allah ada pada kita sebagaimana Roh Allah ada pada Tuhan Yesus. Amin.
Bacaan: Lukas 4:14-21
Sumber: Warta Gereja Edisi: Minggu, 24 Januari 2016
Add comment