Bacaan Leksionari
PL : Yesaya 50 : 4 – 9a
PB : Filipi 2 : 5 – 11
Tanggapan : Mazmur 31 : 9 – 16
Injil : Markus 15 : 15
Minggu ini kita memasuki hari minggu Paskah. Minggu Paskah ialah perayaan kebangkitan Tuhan pada hari pertama minggu itu. Berita kebangkitan menjadi tekanan utama pemberitaan gereja mula-mula. Pengkhotbah-pengkhotbah pertama yakin bahwa Kristus telah bangkit. Sebab itu mereka yakin bahwa orang-orang percaya akan bangkit pula pada waktunya. Hal ini membuat mereka bertentangan sama sekali dengan semua guru lain dari dunia kuno. Meskipun ada kebangkitan-kebangkitan pada agama lain, namun tidak satu pun yang sama dengan kebangkitan Kristus.
Pada umumnya, kebangkitan lain itu merupakan dongeng-dongeng yang dihubungkan dengan pergantian musim dan keajaiban musim semi. Tetapi Injil-injil menceritakan Seorang Pribadi yang sungguh-sungguh mati, namun mengalahkan kematian dengan bangkit kembali. Karena kebangkitan Kristus tidak sama dengan kebangkitan yang lainnya, maka sikap mereka terhadap kebangkitan orang percaya (Kristen) pun berbeda. Hal tersebut merupakan dampak wajar dari kebangkitan Tuhan Yesus Kristus.
Gagasan Kristen tentang kebangkitan harus dibedakan, baik dari gagasan Yunani maupun dari gagasan Yahudi. Orang Yunani menganggap tubuh sebagai hambatan ke kehidupan sejati.
Mereka mengharapkan saatnya jiwa akan bebas dari kungkungannya (tubuh). Mereka memahami hidup setelah mati sebagai kekekalan jiwa. Akan tetapi mereka dengan kuat menolak segala gagasan tentang kebangkitan (band olok-olok atas khotbah Paulus dalam Kis. 17:32).
Sementara itu, orang Yahudi meyakini teguh harkat-harkat tubuh dan menganggapnya tidak akan binasa. Jadi mereka berharap bahwa tubuh akan dibangkitkan. Tetapi, mereka berpikir bahwa yang dibangkitkan adalah tubuh yang sama dengan tubuh yang mati (Lihat Kitab Apokripa, Barukh 1.2).
Pandangan agama Kristen dengan kedua golongan di atas sangat berbeda. Orang Kristen berpikir tentang tubuh yang dibangkitkan. Namun, tubuh yang dibangkitkan tidak sama dengan tubuh yang mati. Tubuh itu telah diubah sedemikian rupa sehingga "tepat guna" bagi kehidupan yang akan datang, yang begitu berbeda dari kehidupan kini (I Kor. 15). Jadi gagasan Kristen adalah khas.
Kebangkitan Kristus dihubungkan dengan keselamatan orang percaya seperti dikatakan, "Yesus, yang telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita" (Rm. 4:25; bnd Rm. 8:33 dab). Kebangkitan Kristus dihubungkan dengan tindakan yang pokok, yang dengannya orang percaya diselamatkan. Keselamatan bukanlah sesuatu yang terlepas dari kebangkitan. Dengan kata lain, melalui kebangkitan, orang percaya dipulihkan.
Hubungan kebangkitan dengan keselamatan atau pemulihan tidak berhenti di situ. Rasul Paulus bicara tentang keinginan mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya (Fil. 3:10). Ia juga mendesak orang Kolose, "Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas...(Kol.3:1). Dengan demikian setiap orang yang telah menerima keselamatan/ pemulihan kebangkitan Kristus dituntut supaya hidupnya berpadanan Kristus, melakukan kehendak Tuhan Allah. Memberitakan kabar kebangkitan yang menyelamatkan/memulihkan kepada orang-orang yang ada disekitar kita, merupakan salah satu cara melakukan kehendak Allah. Pemberitaan itu tidak hanya melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan hidup.
Tim Penyusun Renungan
----- FYDP. ----
Sumber: Warta Gereja Edisi : Minggu, 12 April 2009 Nomor : 15/2009
Add comment