Bacaan; Leksionari:
PL : Rut 3:1-5; 4:13-17 atau 1 Raja-raja 17:8-16
PB : Ibrani 9 : 24–28
Tanggapan : Mazmur 127 atau Mazmur 146
Injil : Markus 12:38–44
Dengan semakin pesatnya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang telah dihasilkan manusia, mestinya kehidupan manusia semakin damai sejahtera dan sukacita. Tetapi dalam kenyataannya tidak demikian, prosentasi manusia yang dapat merasakan hidup damai sejahtera dan sukacita lebih sedikit daripada yang menderita dan kesusahan, hanya orang yang mengandalkan Rahmat Allah yang dapat menikmati hasil Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karena meyakini bahwa Allah memperkenankan manusia mengembangkan isi dunia, termasuk melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bukan untuk kemegahan diri tetapi untuk memuliakan Allah.
Bacaan; Leksionari:
PL : Ulangan 6:1-9
PB : Ibrani 9 : 11–14
Tanggapan : Mazmur 119:1-8
Injil : Markus 12:28–34
Dalam setiap ibadah gereja, salah satu bagian liturgy yang senantiasa ada adalah pembacaan Hukum Kasih, bahkan pembacaan Hukum Kasih ini ditempatkan di sekitar awal ibadah. Apa pentingnya semua itu? Bagi Gereja Kristen Jawa, Hukum Kasih merupakan salah satu dari warisan Rohani yang penting dalam kehidupan bergereja karena ini merupakan inti sari dari Sepuluh Hukum Tuhan. Melalui Hukum ini Tuhan Yesus hendak menunjukkan bahwa mengasihi Tuhan adalah jiwa dari segala hukum. Itu berarti melaksanakan hukum yang lain adalah benar di mata Allah, hanya apabila itu dilakukan dengan dijiwai oleh kasih kepadaNya sebagai jawab atas kasih Allah yang lebih dahulu diterima orang percaya.
Tanggal 31 Mei 2009, kita sebagai orang beriman akan memperingati hari turunnya Roh Kudus (Hari Pentakosta). Dalam tradisi gereja kebaktian hari turunnya Roh Kudus senantiasa dikaitkan dengan hari raya penuaian (Riyaya Undhuh-Undhuh). Sebenarnya apa Riyaya Undhuh-undhuh itu? dan bagaimana penyelengaraan akan dilakukan di jemaat kita? Melalui tulisan ini akan disampaikan hal-hal yang terkaitan dengan Riyaya Undhuh-undhuh.
Pada hari Jumat, 20 Pebruari 2009 lalu, GKJ Manahan menerima tamu dari The Alliance For Conflict Transformation (ACT) Kamboja. ACT adalah sebuah organisasi non pemerintah (NGO) yang bergerak di bidang perdamaian. Secara lebih khusus lagi lembaga ini mempromosikan tentang perdamaian melalui berbagai pelatihan, melakukan upaya rekonsiliasi antar kelompok yang mengalami konflik dan juga melakukan banyak penelitian tentang penyebab terjadinya konflik.
Jemaat GKJ Manahan yang terkasih,
Puncak kegiatan peringatan 80 tahun GKJ Manahan telah berlangsung pada selasa, 10 Pebruari 2009. Dihadiri lebih dari 900 an orang, walaupun dalam kesederhanaan, namun terasa khidmat.
"Semakin Menjadi Berkat Bagi Semua"
PENDAHULUAN
Sebagai jemaat yang didewasakan, GKJ Manahan yang awalnya disebut GKJ Tumenggungan, resmi berdiri 8 Pebruari 1929, "Sareng karaosaken Pasamuan sangsaya ngrembaka, Pradataning Pasamuan wiwit menggalihaken yasa gereja ingkang langkung murwat (Karena dirasa umat yang melakukan ibadah makin banyak, Majelis Gereja mulai memikirkan untuk mendirikan gereja yang lebih besar lagi)," demikian alasan pendirian GKJ Manahan seperti yang dijelaskan dalam buku Tanggap Warsa GKJ Manahan Ingkang Kaping 75 Tahun. Dengan jumlah jemaat awal hanya 51 orang, terdiri atas 27 pria dan 24 perempuan, pelayanan GKJ Manahan berlangsung.