Menyambut masa Pentakosta, jemaat GKJ Manahan Surakarta menyelenggarakan Persekutuan Doa Masa Pentakosta pada hari Senin (14/5) yang lalu. Pdt. Hida Diyanto, M.Si dari GKJ Cakraningratan melayani pemberitaan Firman Tuhan yang didasarkan dari bacaan Roma 5: 1-5, I Petrus 1: 6-7. Di awal kotbahnya, Pendeta Hida Diyanto memberikan pertanyaan : “Apa yang menyebabkan penderitaan?” Kalau kita belajar dari kesaksian Alkitab, penderitaan bisa muncul karena rupa-rupa pencobaan. Tuhan Yesus pernah dicobai iblis, demikian pula Ayub dan Yusuf. Ada pihak eksternal, dari luar hidup kita yang membuat kita mengalami penderitaan. Tetapi penderitaan juga bisa disebabkan faktor internal, faktor yang bersumber dari diri kita sendiri. Sehingga kita perlu koreksi hidup kita, apa yang sebenarnya menjadi penyebab penderitaan hidup kita?
Penderitaan juga bisa disebabkan karena tindakan yang benar. Suatu hal yang jarang sekali terjadi di negeri ini. Jika kita mengalami penderitaan akibat penderitaan, maka kita akan disebut orang yang berbahagia (Matius 5: 10). Umat Kristen pertama dianiaya karena kebenaran, karena mereka bersaksi tentang Mesias, tentang Yesus yang menderita menebus dosa manusia. Theologi yang mengamini kebangkitan Yesus dari antara orang mati mengandung resiko yang cukup besar waktu itu. Jemaat pertama diasingkan dari komunitas orang Yahudi, penderitaan yang pasti diterimanya.
Dalam penderitaan yang dialami, janganlah mengatakan bahwa Allah sedang mencobai kita. Yakobus 1: 13 menyatakan bahwa Allah tidak mencobai siapapun. Tuhan menjanjikan penyertaanNya dalam hidup kita. Itulah yang membuat kita kuat menghadapi pencobaan-pencobaan dalam kehidupan kita (I Korintus 10: 13)
“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,” (Roma 5: 3) Marilah kita bersukacita, dan ungkapkan sukacita kita dengan ucapan syukur kepada Allah. [SePur]
Add comment