Ibadah jam 08.30 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th dengan menggunakan liturgi khusus hari Perjamuan Kudus Sedunia.
Dalam kotbah yang didasarkannya dari I Timotius 1: 3-14, Pdt. Ratih menyatakan bahwa setiap minggu pertama bulan Oktober diperingati sebagai hari perjamuan kudus sedunia, dan di Indonesia juga diperingati sebagai hari pekabaran Injil Indonesia. Dalam peringatan ini, kita diingatkan bahwa setiap orang Kristen di manapun berada menjadi satu dalam Kristus. Selain itu juga diingatkan akan panggilan kita untuk memberitakan injil.
Injil Matius 28: 19-20 yang merupakan amanat agung Tuhan Yesus diberikan kepada semua orang Kristen. Sudah menjadi tugas kita untuk bersaksi, tentang kasih Allah bagi manusia, tentang karya penyelamatan oleh Allah karena kasihNya pada kita.
Menjadi saksi memang tidak mudah, tetapi hal ini tidak bisa kita hindari. Bersaksi sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita. Dalam bacaan tadi (II Tim 1: 13-14) Paulus mengingatkan Timotius supaya tidak malu dalam bersaksi. Jangan sampai patah semangat menghadapi tantangan dari kondisi sosial masyarakat.
Realita tantangan yang terjadi sekarang ini, dialami oleh jemaat GKJ Yasmin Bogor. Jemaat sudah mendapatkan IMB pada tahun 2006, akan tetapi karena ada sekelompok orang yang keberatan atas berdirinya gereja, maka pemerintah kota Bogor menyegelnya. Dalam Pengadilan, Jemaat GKI Yasmin ini sudah dimenangkan kasusnya, bahkan dalam tingkat bandingpun pengadilan memenangkan kasusnya. Akan tetapi, entah apa sebabnya gereja ini disegel lagi, sudah berkali-kali segel ini dilakukan, sampai-sampai sejak April 2010 jemaat beribadah di trotoar. Bukannya iman mereka padam, malah semakin besar iman mereka.
Memang tantangan itu nyata dalam hidup kita, seharusnya kita tetap bersukacita karena kita masih tetap bisa beribadah. Marilah kita wartakan Injil damai Allah, berkat bagi masyarakat sekita kita. Amin. (SEPUR)
Add comment