Ibadah jam 16.00 WIB, dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th yang mendasarkan kotbahnya dari Injil Lukas 14: 25-33. Di awal kotbahnya, Pdt. Ratih menceritakan pengalamannya melayani sebuah ibadah keluarga di blok XI, yang mana dalam kesaksian salah seorang keluarga yang menyatakan bahwa: hidup adalah berkat, dan hidup adalah pilihan.
Dalam hidup kita didunia ini, tersedia banyak pilihan. Sekalipun beberapa hal tidak bisa kita pilih, seperti : lahir di keluarga mana, jenis kelamin, kapan dan bagaimana mati kita. Tetapi selebihnya dari hal-hal tersebut merupakan pilihan. Mulai dari pilihan sepele, sampai pilihan-pilihan sulit yang dilematis.
Pilihan kita menunjukkan siapa kita. Apa yang kita pilih menentukan hidup kita kedepan. Hidup kita sekarangpun ditentukan oleh pilihan-pilihan kita dimasa lalu.
Memilih mengikut Tuhan Yesus tidaklah mudah. Lukas 14: 26 menyatakan bahwa untuk mengikut Yesus, kita harus membenci anak, istri/suami, dan lain-lain. Bukanlah maksudnya secara harafiah membenci dan memusuhi, melainkan lebih membutuhkan hati yang total untuk mengikut Yesus. Ketidak totalan hati kita mengikut Tuhan Yesus tidak akan membangun hidup kita.
Orang yang setengah hati mengikut Tuhan Yesus, tidak hanya menggelisahkan diri, tetapi menggelisahkan orang lain juga karena sikapnya yang tidak total tersebut mengganggu hidup orang lain.
Ketika seseorang memilih untuk mengikut Tuhan Yesus, ia harus menjadikan Tuhan Yesus sebagai prioritas dalam hidupnya. Ya, ketika kita mengikut Tuhan Yesus kita mendapat kepastian akan hidup kekal dan berkat-berkat penyertaan. Namun ketika orang mengikut Dia tentu ada konsekuensi yang harus dipenuhi yaitu ketaatan kepada Dia. Itulah sebabnya kepada orang yang hendak mengikut Dia Tuhan Yesus mengatakan agar mempertimbangkan baik-baik seperti seorang yang hendak membangun rumah atau seorang raja yang akan berperang. Sekali lagi itu dikatakan Tuhan Yesus untuk menyadarkan para pengikutNya bahwa ketika mereka memilih untuk mengikut Tuhan Yesus, mereka harus menunjukkan totalitas. Yang jelas memilih untuk mengikut Tuhan Yesus adalah pilihan yang paling tepat dan berharga dalam hidup kita. Amin. [sepur]
Add comment