Ibadah pagi dilayani oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si, yang merupakan bakal calon pendeta GKJ Manahan Surakarta. Kotbah didasarkan I Timotius 2: 1-7, yang berisi nasehat Paulus untuk mendoakan para pemimpin. Melihar realita yang ada sekarang ini, sebagai bangsa yang merdeka, rakyat Indonesia hidupnya semakin hari semakin tidak memperlihatkan perkembangan positif. Yang terjadi jurtsu stagnasi pendistribusian kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Rakyat hidup dipenuhi rasa pesimis, apalagi dalam pemilihan umum. Bagi rakyat, siapapun yang mereka pilih untuk menjadi pemimpin, atau bahkan menggunakan hak pilih atau tidak, rakyat merasa hidup mereka tidak akan berubah. Ditambah lagi, kita juga melihat beberapa pemimpin yang terjerat kasus hukum. Lalu bagaimana sikap kita sebagai orang Kristen dan sebagai warga negara Indonesia?
Dalam Yeremia 29: 7, Yeremia memberi nasehat kepada bangsa Israel, supaya mendoakan kesejahteraan kota ditempat mana bangsa Israel dibuang. Kita hidup di Indonesia, kitapun harus andil dalam kesejahteraan negara ini.
Bagaimana caranya? I Timotius 2: 1-7 menyatakan fungsi kita sebagai warga negara dan sebagai pengikut Kristus adalah mendoakan pemimpin-pemimpin kita, apapun kondisi pemimpin kita. Mendoakan bukan supaya mereka dibalas atras kejahatan-kejahatan mereka, melainkan berdoa supaya pemimpin kita mempunyai cara hidup yang yang baik, jelas dan bisa memimpin. Doa adalah ketulusan hati, meminta supaya orang yang kita doakan mengalami hal-hal positif sehingga akhirnya berdampak pada hidupnya dan hidup orang lain. (SEPUR)
Add comment