Ibadah pagi jam 06.30 WIB dilayani oleh Bakal Calon Pendeta GKJ Manahan, Sdr. Adhika Tri Subowo, S.Si. Liturgi yang digunakan mengaplikasikan Liturgi Kebaktian Minggu Model C,Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) dalam rangka Peringatan Hari Doa Alkitab. Kotbah didasarkan kitab Nehemia 2:11-20, mengenai pemimpin yang baik.
Berbicara mengenai kepemimpinan, seorang pengkotbah terkenal yang sering berbicara soal kepemimpinan, yakni John C.Maxwell pernah berkata :"Leaders must be close enough to relate to others, but far enough ahead to motivate them." Artinya, “Pemimpin harus cukup dekat untuk membangun relasi dengan yang lain, dan berada cukup jauh untuk memotivasi mereka.” Menurut Maxwell, seroang pemimpin harus memiliki pemikiran yang cukup jauh/visioner dalam menyusun sebuah rencana, jika tidak begitu maka yang ada dibelakang tidak tahu apa yang harus mereka buat.
Saudara-saudara yang terkasih, suatu hari, sewaktu tentara Romawi menyerang Inggris, ada sebuah kejadian yang menarik. Sewaktu kapal-kapal perang sampai di pantai Inggris, komandan kemudian memerintahkan para prajuritnya untuk membakar semua kapal yang tadi mereka naiki. Tentu saja ini mendapatkan protes dari pada prajuritnya. Kata mereka: “Komandan, itu berbahaya, bagaimana kalau ada bahaya mengancam”. Tetapi komandan kemudian menjawab demikian: “Sebagai tentara tidak ada niat sedikitpun untuk mundur! Ketika kita maju berperang, ingatan kita cuma satu, yakni maju dan menang!”
Saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus; Hal tersebut juga dimiliki oleh Nehemia. Dalam banyak buku, Nehemnia dibahas dalam hal kepemimpinannya. Nehemia mampu memotivasi bangsa Israel untuk membangun kembali tembok Bait Allah yang telah roboh.
Kitab Nehemia dapat ditempatkan pada periode 200 tahun pada saat bangsa Israel menjadi warga negara kekaisaran Persia. Kejadian-kejadian yang dituliskan di dalam Kitab Nehemia ini terjadi pada bagian pertama periode Persia (538 S.M-400 S.M). Seratus tahun lebih setelah Kerajaan Utara, Israel, ditaklukkan oleh Kerajaan Asyur, Kerajaan Selatan, Yehuda, pun jatuh ke tangan Kerajaan Babel. Bait Allah yang dibangun pada masa Salomo pun dihancurkan dan semua peralatan berharga dicuri. Empat puluh tahun setelah kejatuhan Yerusalem, kerajaan Babel ditundukkan oleh Kerajaan Persia. Kekuatan dari Kerajaan Babel memang menurun dengan pesat setelah Raja Nebukadnezar meninggal pada tahun 562 S.M.
Dalam ayat ke 13 dikatakan demikian Demikian pada malam hari aku keluar melalui pintu gerbang Lebak, ke jurusan mata air Ular Naga dan pintu gerbang Sampah. Aku menyelidiki dengan seksama tembok-tembok Yerusalem yang telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya yang habis dimakan api.
Nehemia menghadapi keputusasaan bangsa Israel yang ditaklukkan oleh bangsa Babel, sehingga bahkan bagian yang sangat penting dari kepercayaan mereka, yakni Bait Allah yang dibangun pada masa Salomo pun dihancurkan. Tetapi sebagai seorng pemimpin yang baik, Nehemia mampu memberikan motivasi kepada bangsa Israel, bahwa mereka dapat membangun kembali Bait Allah yang telah hancur tersebut. Dalam ayat 17 dan 18 dikatakan demikian Berkatalah aku kepada mereka: "Kamu lihat kemalangan yang kita alami, yakni Yerusalem telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Mari, kita bangun kembali tembok Yerusalem, supaya kita tidak lagi dicela." Ketika kuberitahukan kepada mereka, betapa murahnya tangan Allahku yang melindungi aku dan juga apa yang dikatakan raja kepadaku, berkatalah mereka: "Kami siap untuk membangun!" Dan dengan sekuat tenaga mereka mulai melakukan pekerjaan yang baik itu.
Seperti apa yang dikatakan oleh John C.Maxwell, bahwa seorang pemimpin yang baik, harus berdiri jauh di depan untuk memotivasi pengikutnya.
Dan benar saja, Bapak-Ibu, pekerjaan itu diselesaikan Nehemia bersama bangsa Israel. Dalam Nehemia 6:15-16 dikatakan demikian Maka selesailah tembok itu pada tanggal dua puluh lima bulan Elul, dalam waktu lima puluh dua hari. Ketika semua musuh kami mendengar hal itu, takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus;
Syahdan perang hebat Alengka telah usai. Sepeninggal Rahwana, Ramawijaya menobatkan Gunawan Kunthawibisana sebagai Raja. Dalam kemeriahan penobatan, Ramawijaya memberi petuah, “Wibisana, Kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk melayani. Oleh karena itu hendaklah engkau memperhatikan watak semesta yang terangkum dalam Hasta Brata” Penuh taksim Wibisana mengangguk, menyimak wejangan Sang Agung Ramawijaya.
Hasta Brata. Delapan keutamaan pemimpin yang dipelajari dari unsur-unsur pembentuk semesta.
Secara ringkas, seorang pemimpin haruslah:
1.Kadya Bumi. Maksudnya memberi pijakan dan tempat hidup. Nehemia juga mempunyai keyakinan yang kuat akan dirinya, bahwa dengan pertolongan Allah dia mampu merestorasi tembok Bait Allah.
2. Kadya Tirta. Seperti air yang selalu mengalir ke tempat rendah dan menyesuaikan dengan wadahnya, demikianlah pemimpin harus rendah hati dan luwes.
Nehemia tahu benar bahwa dia tidak mungkin melakukannya sendiri, sehingga dia mengajak serta orang Israel.
3. Kadya Bayu. Angin tidak tampak tetapi dapat dirasakan hadirnya, maka pemimpin tidak boleh menonjolkan diri, sebab yang penting karyanya dapat dirasakan.
4. Kadya Dahana. Api adalah energi yang menghanguskan apa saja dan menjadi simbol penyucian, maka pemimpin haruslah sanggup menghanguskan segala sesuatu yang tidak benar.
5. Kadya Surya. Matahari dengan sinar dan panasnya adalah sumber kehidupan semesta, oleh karena itu seorang pemimpin harus mampu memberi hidup dan mencintai kehidupan.
6. Kadya Rembulan. Bulan adalah penerang kegelapan yang tidak menyilaukan, demikianlah seorang pemimpin harus memiliki kelemahlembutan yang menenteramkan.
7. Kadya Kartika. Bagi para nelayan bintang adalah petunjuk arah yang tidak pernah keliru, maka seorang pemimpin harus dapat memberi pedoman yang terpercaya.
8. Kadya Samodra. Samudra yang luas sanggup menampung apapun juga yang masuk kedalamnya, demikianlah seorang pemimpin harus memiliki wawasan yang luas dan momot, sabar menerima segala sesuatu.
Bila dikaji secara mendalam, terdapat dua hal menarik yang menjadi saripati dari Hasta Brata. Pertama, bahwa kedelapan unsur alam tersebut memiliki watak memberi. Kedua, bahwa pemberian tersebut tanpa memandang bulu. Matahari bersinar bagi semua orang, bukan hanya bagi orang saleh saja. Dengan demikian saripati Hasta Brata adalah watak pemimpin yang memberi, bersedia berkorban tanpa membeda-bedakan.
Saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus;
Saat ini melalui Lembaga Alkitab Indonesia kita memperingati hari doa Alkitab. Saat ini LAI mempunyai program untuk merevisi Alkitab terjemahan Simalungun, seperti Allah yang memampukan Nehemia, demikian juga Allah akan memampukan LAI melakukan proyek besar ini, sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. Nehemia berkata dalam ayat 20 demikian Aku menjawab mereka, kataku: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil! Kami, hamba-hamba-Nya, telah siap untuk membangun.
Saudara-saudara, itulah seorang pemimpin yang baik. Pemimpin yang penuh dengan optimisme, yang berserah kepada Tuhan.
Seorang filsuf Cina bernama Lao Tsu (pendiri Taoisme) yang hidup ditahun 570-470 SM berkata demikian:
Pemimpin yang terbaik,
Ketika orang tidak menyadari keberadaannya,
Tidak begitu baik ketika orang memuji pemerintah,
Kurang baik ketika orang berdiri dalam ketakutan,
Terburuk, ketika orang menghina.
Gagal untuk menghormati orang, dan mereka akan gagal untuk menghormati Anda.
Tetapi seorang pemimpin yang baik, yang berbicara sedikit,
Ketika dikerjakan-Nya, tujuannya terpenuhi,
Orang-orang mengatakan, 'Kami melakukannya sendiri.
[resume kotbah oleh Sdr. Adhika Tri Subowo, S.Si]
Add comment