
Hari kamis, 10 Desember 2009, Paguyuban Mitayani GKJ Manahan mengadakan acara kebaktian padang dalam rangka Ibadah dan Perayaan Natal 2009, juga Ulang Tahun Paguyuban Mitayani, yang tanggal 23 Januari 2010 tahun depan akan genap berusia 10 tahun. Berangkat dari GKJ Manahan jam 09.00 WIB, kebaktian ini diadakan di Sapta Tirta, Matesih, Karanganyar. Dimulai dengan seremoni singkat berupa penyalaan lilin oleh Bp. Pdt. Widya Notodiryo, S.Th, Bp Aris Suyamto dan Ibu Citra Sarpono, kebaktian padang ini terasa khidmat.
Vikaris Fritz Yohanes Dae Panny, S.Si menyampaikan Firman Tuhan, yang didasari Injil Lukas 2: 14, dengan tema “Kehadiran Kristus membawa keadilan bagi manusia”. Dalam kotbahnya, sebagaimana yang diketahui bersama, bahwa keadilan sekarang ini susah sekali ditemukan. Dalam media massa banyak diberitakan mengenai ketidakadilan yang terjadi bagi rakyat kecil. Mulai dari kasus Prita Mulyasari, kasus mbah Minah, juga banyak kasus-kasus serupa. Lalu, kemana lagi kita akan mencari keadilan? Dalam Kristus, bisa kita temukan keadilan itu. Kehadiran Kristus di antara kita membawa keselamatan, ketenteraman dan kebahagiaan bagi kita, juga bagi semua manusia.
Kaitannya dengan Paguyuban Mitayani; kiranya semangat Natal tahun ini, bisa menyemangati para anggota Paguyuban Mitayani untuk terus berkarya dalam Kristus. Sebab, Kristus sendiri telah berkarya dalam kita. Oleh karena itu, Vikaris Fritz memotivasi, bahwa apapun yang bisa dikerjakan baik itu dalam pelayanan kita, maka kerjakan untuk Tuhan. Jangan patah semangat, jangan juga merasa rendah diri. Sesuai dengan nama paguyuban, Mitayani yang berarti 'handal dan bisa dipercaya'.
Setelah ibadah selesai, kebaktian padang ini dilanjutkan dengan acara ramah tamah, dimulai dengan menyanyi bersama lagu berjudul Pra Kanca dan Indah RencanaMu. Saat menyanyi bersama, terlihat sekali keakraban diantara para peserta kebaktian padang ini, apalagi Vikaris Fritz juga ikut bernyanyi bersama. Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan jalan-jalan, mengunjungi tujuh mata air yang ada di Sapta Tirta. Ibu-ibu tampak antusias sekali mendengarkan penjelasan dari tour guide, dan ingin mencoba khasiat air dari sumber-sumber mata air tersebut. (SePur)
Lihat foto dokumentasi di sini.
Add comment