Warta Gereja Edisi: Minggu, 16 Januari 2011
Warta Gereja Edisi: Minggu, 16 Januari 2011

Warta Gereja Edisi: Minggu, 16 Januari 2011
Warta Gereja Edisi: Minggu, 9 Januari 2011
Ibadah Minggu (13/2) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo. Dalam ibadah ini, berlangsung pula sakramen perjamuan kudus. Kotbah dengan tema ketaatan didasarkan pada Injil Matius 5: 21-37. Dalam kotbahnya, Pdt. Widya menyatakan bahwa menjadi orang yang taat itu sangat baik. Tetapi jika ketaatan itu hanyalah sekedar taat, itu tidak baik. Taat yang sesungguhnya haruslah disertai dengan kesungguhan hati, bukan karena diawasi. Dalam kehidupan bergereja, mungkin ada diantara kita yang hadir dalam ibadah karena merasakan sebagai suatu kewajiban. Bukan karena panggilan Allah untuk kita bersekutu denganNya.
Ibadah Minggu (13/2) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo. Dalam ibadah ini, berlangsung pula sakramen perjamuan kudus. Kotbah dengan tema ketaatan didasarkan pada Injil Matius 5: 21-37. Dalam kotbahnya, Pdt. Widya menyatakan bahwa menjadi orang yang taat itu sangat baik. Tetapi jika ketaatan itu hanyalah sekedar taat, itu tidak baik. Taat yang sesungguhnya haruslah disertai dengan kesungguhan hati, bukan karena diawasi. Dalam kehidupan bergereja, mungkin ada diantara kita yang hadir dalam ibadah karena merasakan sebagai suatu kewajiban. Bukan karena panggilan Allah untuk kita bersekutu denganNya.
Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, ras, agama dan kelompok telah memiliki dasar yang begitu indah dan memberikan tuntunan dalam bergaul dengan sesama, para Pendiri Bangsa telah begitu arif dan bijaksana dalam mengantisipasi pluralitas bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.

Hari Selasa (8/2) tepat GKJ Manahan berusia 82 tahun dan kebahagiaan ini diungkapkan dalam ibadah syukur dan perayaan hari ulang tahun GKJ Manahan oleh jemaat. Ibadah yang dimulai jam 17.00 WIB ini menggunakan liturgi khusus berbahasa jawa. Yang unik dalam ibadah ini, majelis dan jemaat kompak mengenakan batik sebagai dress-code tidak hanya untuk melestarikan budaya jawa, tetapi juga menyatakan kesatuan hati jemaat.
Ibadah Minggu (6/2) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th yang mendasarkan kotbahnya dari bacaan Matius 5: 13-20. Dalam kotbahnya, Pdt. Widya menyatakan bahwa sering kali kita mendengar istilah “Gereja dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia”. Ungkapan ini rasanya kurang tepat. Yesus tidak mengatakan bahwa kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Tetapi, kita-lah garam dan terang dunia itu. Panggilan kita adalah berfungsi sebagai hakikat kita, yaitu garam dan terang dunia.
Ibadah Minggu (6/2) jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Widya Notodiryo, S.Th yang mendasarkan kotbahnya dari bacaan Matius 5: 13-20. Dalam kotbahnya, Pdt. Widya menyatakan bahwa sering kali kita mendengar istilah “Gereja dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia”. Ungkapan ini rasanya kurang tepat. Yesus tidak mengatakan bahwa kita dipanggil untuk menjadi garam dan terang dunia. Tetapi, kita-lah garam dan terang dunia itu. Panggilan kita adalah berfungsi sebagai hakikat kita, yaitu garam dan terang dunia.

Anak-anak SMR GKJ Manahan merayakan Natal 2010 pada hari Minggu (23/01) yang lalu. Sekalipun dalam bulan Januari, tidak mengurangi semangat anak-anak untuk merayakan Natal bersama anak-anak Panti Asuhan Anak Seribu Pulau. Berangkat dari GKJ Manahan, naik bus bersama-sama menuju Desa Ngringo, Palur.
Take Down The Earth, tema yang menjadi dasar penyelenggaraan Ibadah Natal 2010 Pemuda dan Remaja di GKJ Manahan. Kegiatan ini diselenggarakan Jumat (14/1) lalu.