Warta Gereja Edisi: Minggu, 31 Juli 2011
Baca Online Warta Gereja Edisi: Minggu, 31 Juli 2011

Baca Online Warta Gereja Edisi: Minggu, 31 Juli 2011
Baca Online Warta Gereja Edisi: Minggu, 24 Juli 2011
Baca Online Warta Gereja Edisi: Minggu, 10 Juli 2011

Ibadah Minggu (24/7) di GKJ Manahan, jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th dengan kotbah yang diambil dari Matius 13: 31-33, 44-52. Berikut ringkasan kotbahnya. Selama tiga minggu terakhir ini, dalam bacaan leksionari kita, kita belajar mengenai Kerajaan Surga. Dalam pelajaran Firman Tuhan hari ini, Kerajaan Surga diumpamakan sebagai harta terpendam. Jika kita berpikir mengenai harta terpendam, tentu kita berpikir mengenai emas, mutiara dan harta lain yang berharga. Di dunia ini, banyak sekali harta terpendam, banyak yang sudah terlacak, banyak pula yang masih tersembunyi dan hal-hal mengenai harta yang terpendam ini masih menarik antusiasme banyak orang. Dulu ada film Indiana Jones, yang salah satu filmnya bertema mencari harta terpendam berupa cawan yang dipakai Tuhan Yesus dalam perjamuan terakhirnya, juga sekarang ini ada film National Treasures yang mencari harta terpendam milik Amerika Serikat.

Ibadah Minggu (24/7) di GKJ Manahan, jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Retno Ratih Suryaning Handayani, M.Th dengan kotbah yang diambil dari Matius 13: 31-33, 44-52. Berikut ringkasan kotbahnya. Selama tiga minggu terakhir ini, dalam bacaan leksionari kita, kita belajar mengenai Kerajaan Surga. Dalam pelajaran Firman Tuhan hari ini, Kerajaan Surga diumpamakan sebagai harta terpendam. Jika kita berpikir mengenai harta terpendam, tentu kita berpikir mengenai emas, mutiara dan harta lain yang berharga. Di dunia ini, banyak sekali harta terpendam, banyak yang sudah terlacak, banyak pula yang masih tersembunyi dan hal-hal mengenai harta yang terpendam ini masih menarik antusiasme banyak orang. Dulu ada film Indiana Jones, yang salah satu filmnya bertema mencari harta terpendam berupa cawan yang dipakai Tuhan Yesus dalam perjamuan terakhirnya, juga sekarang ini ada film National Treasures yang mencari harta terpendam milik Amerika Serikat.

Dalam ibadah pagi hari ini, Minggu (24/7) Jemaat GKJ Manahan merayakan Hari Anak. Ibadah dikemas menggunakan lirtugi khusus Hari Anak dengan melibatkan anak-anak untuk berperan dalam ibadah. Diawali dengan perarakan anak-anak dengan Pendeta dan Majelis memulai ibadah, selain itu, banyak pula anak yang terlibat dalam musik dan pemandu nyanyian jemaat. Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny melayani dalam ibadah pagi, mendasarkan kotbahnya dari Efesus 6: 1-4

Dalam ibadah pagi hari ini, Minggu (24/7) Jemaat GKJ Manahan merayakan Hari Anak. Ibadah dikemas menggunakan lirtugi khusus Hari Anak dengan melibatkan anak-anak untuk berperan dalam ibadah. Diawali dengan perarakan anak-anak dengan Pendeta dan Majelis memulai ibadah, selain itu, banyak pula anak yang terlibat dalam musik dan pemandu nyanyian jemaat. Pdt. Fritz Yohanes Dae Panny melayani dalam ibadah pagi, mendasarkan kotbahnya dari Efesus 6: 1-4
Ibadah minggu (17/7) di GKJ Manahan, jam 18.00 WIB dilayani oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si. Kotbah didasarkan dari Matius 13: 36-43. Dalam ibadah ini, grup band Biji Sesawi memberikan persembahan pujian berjudul Sukacita Penuaian. Di awal kotbahnya, Samuel menyatakan bahwa lagu yang dinyanyikan sesuai dengan penggambaran tentang biji gandum, yang menabur dengan mencucurkan air mata pasti akan pulang dengan sorak sorai, yang menabur sambil menangis akan pulang membawa berkas-berkasnya, sebagaimana juga dinyatakan oleh pemazmur dalam Mazmur 126: 1-6 yang mengungkapkan realita dalam kehidupan anak-anak Allah. Bangsa Israel juga mengalami keadaan hidup yang membuat mereka mencucurkan air mata. Kehidupan bangsa Israel sebagai umat Allah tidak lepas dari pergumulan kehidupan. Mereka harus berjuang mempertahankan hidup ditengah ancaman bangsa-bangsa sekitar mereka yang ingin menguasai tanah mereka. Mereka harus bertahan dalam kondisi ekonomi yang minimal. Sebab mereka baru saja keluar dari pembuangan.
Ibadah minggu (17/7) di GKJ Manahan, jam 18.00 WIB dilayani oleh Sdr. Samuel Arif Prasetyono, S.Si. Kotbah didasarkan dari Matius 13: 36-43. Dalam ibadah ini, grup band Biji Sesawi memberikan persembahan pujian berjudul Sukacita Penuaian. Di awal kotbahnya, Samuel menyatakan bahwa lagu yang dinyanyikan sesuai dengan penggambaran tentang biji gandum, yang menabur dengan mencucurkan air mata pasti akan pulang dengan sorak sorai, yang menabur sambil menangis akan pulang membawa berkas-berkasnya, sebagaimana juga dinyatakan oleh pemazmur dalam Mazmur 126: 1-6 yang mengungkapkan realita dalam kehidupan anak-anak Allah. Bangsa Israel juga mengalami keadaan hidup yang membuat mereka mencucurkan air mata. Kehidupan bangsa Israel sebagai umat Allah tidak lepas dari pergumulan kehidupan. Mereka harus berjuang mempertahankan hidup ditengah ancaman bangsa-bangsa sekitar mereka yang ingin menguasai tanah mereka. Mereka harus bertahan dalam kondisi ekonomi yang minimal. Sebab mereka baru saja keluar dari pembuangan.
Ibadah Minggu (10/7) GKJ Manahan jam 18.00 WIB dilayani oleh Pdt. Fritz Yohanes Dae Pany, S.Si. Kotbah didasarkan dari Yesaya 55: 10-13 dan Matius 13: 1-9, 18-23 Pengajaran Yesus Kristus tentang perumpamaan seorang penabur. Berikut ini ringkasan kotbahnya.
Pada tahun 1913, di gereja Gereformerd Belanda berkumpul pendeta-pendeta untuk mendengarkan sebuah berita. Setelah mendengar berita dari pendeta Netelen Puss mengenai hasil pelayanan misi selama 50 tahun dari Wonosobo, banyak yang menyarankan supaya pelayanan misi tersebut disudahi saja sebab setelah sekian lama pelayanan itu berlangsung, hanya menghasilkan 1 orang yang bertobat dan dibaptis. Sedangkan di lokasi lain, pada tahun yang sama di Batak, Halmahera, Kutoarjo sudah ribuan orang percaya dan dibaptis.